Membaca daftar alergen dan komposisi pada kemasan
Cara menemukan informasi alergen dan urutan komposisi pada label, serta arti keterangan "mengandung" dan "dapat mengandung".
Bagi orang dengan alergi atau intoleransi makanan, satu bahan kecil di daftar komposisi bisa sangat berarti. Resep produk juga bisa berubah tanpa tampilan kemasan ikut berubah. Karena itu, informasi alergen perlu dibaca setiap kali membeli, termasuk produk yang sudah biasa Anda beli. Panduan ini menjelaskan di mana informasi itu tertulis dan cara membacanya.
Letak informasi alergen
Menurut Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan, keterangan alergen wajib dicantumkan pada label produk yang mengandung alergen. Caranya:
- Nama bahan alergen di dalam daftar bahan (komposisi) dicetak tebal.
- Ada tulisan "Mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal", biasanya tepat di bawah atau di dekat daftar komposisi.
Peraturan yang sama menyebut kelompok alergen yang wajib diinformasikan:
- serealia yang mengandung gluten: gandum, rye, barley, oat, spelt, atau hibridanya;
- telur;
- ikan, krustasea (udang, lobster, kepiting, tiram), dan moluska (kerang, siput laut);
- kacang tanah dan kedelai;
- susu, termasuk laktosa;
- kacang pohon, seperti kenari, almond, hazelnut, walnut, pecan, kacang Brazil, pistachio, makadamia, dan kacang mede;
- sulfit, bila kadarnya paling sedikit 10 mg/kg (dihitung sebagai SO₂) pada produk siap konsumsi.
Perhatikan bahwa nama bahan di komposisi tidak selalu memakai nama kelompok alergennya. "Tepung terigu" berasal dari gandum, "kasein" dan "whey" berasal dari susu, dan "lesitin kedelai" berasal dari kedelai.
Urutan komposisi
Daftar bahan (biasanya berjudul "Komposisi" atau "Bahan") disusun berurutan mulai dari bahan yang digunakan paling banyak. Bahan pertama adalah bahan terbanyak, bahan terakhir yang paling sedikit. Vitamin, mineral, dan bahan tambahan pangan dikecualikan dari aturan urutan ini, jadi posisinya di daftar tidak selalu menunjukkan jumlahnya.
Untuk bahan baku utama, label juga wajib mencantumkan persentasenya, misalnya "sari buah jambu 10%". Persentase ini membantu Anda mengetahui seberapa banyak bahan yang menjadi nama produk benar-benar dipakai.
Contohnya, daftar komposisi Indomie Mi Instan Rasa Soto Mie 70g di katalog diawali tepung terigu, minyak nabati, dan garam. Artinya tepung terigu adalah bahan terbanyak, dan karena terigu berasal dari gandum, produk ini mengandung gluten.
"Mengandung" dan "dapat mengandung"
Label membedakan dua keadaan:
- "Mengandung …" berarti alergen itu memang menjadi bahan produk. Nama bahannya ada (dicetak tebal) di daftar komposisi.
- "Dapat mengandung …", "Mungkin mengandung …", atau "Diproduksi menggunakan peralatan yang juga memproses …" berarti alergen itu bukan bahan produk, tetapi produk dibuat dengan sarana produksi yang sama dengan produk lain yang mengandung alergen tersebut. Jejak alergen bisa saja terbawa.
Bagi orang yang alergi berat, keterangan "dapat mengandung" juga perlu diperhatikan. Tanyakan kepada dokter seberapa ketat Anda perlu menghindarinya.
Data alergen di InfoGizi
Di halaman produk InfoGizi, daftar komposisi dan alergen disalin dari label kemasan, dengan keterangan "Mengandung" atau "Dapat mengandung" seperti tertulis di label. Beberapa hal perlu diingat:
- Data di situs ini bisa belum lengkap, karena tidak semua label terbaca jelas atau sudah kami salin seluruhnya.
- Produsen bisa mengubah resep, dan kemasan baru bisa berbeda dari data kami.
- Kemasan yang Anda pegang tetap acuan utama. Selalu cocokkan dengan label sebelum membeli atau mengonsumsi.
Bila Anda menemukan perbedaan antara data kami dan label, gunakan tautan Laporkan data salah di halaman produk. Laporan Anda membantu kami memperbaiki data untuk pengunjung lain.
Sumber
- Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan (tab baru), JDIH BPK RI. Diakses 26 Oktober 2026.
Panduan ini berisi informasi umum tentang membaca label dan membandingkan produk, bukan saran medis. Untuk kebutuhan gizi khusus, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.