Cara membaca label Informasi Nilai Gizi

Bagian-bagian label Informasi Nilai Gizi pada kemasan, dari takaran saji sampai % AKG, dengan contoh label dari katalog InfoGizi.

Tim InfoGizi Diterbitkan 26 Oktober 2026 4 menit baca

Hampir setiap pangan olahan di rak toko punya satu kotak berjudul Informasi Nilai Gizi. Di kotak inilah tercantum energi, lemak, protein, karbohidrat, gula, dan natrium dari produk tersebut. Panduan ini membahas kotak itu baris demi baris: di mana letaknya, angka mana yang dibaca lebih dulu, dan kesalahan membaca yang paling sering terjadi.

Letak label di kemasan

Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 mewajibkan produsen dan pengedar pangan olahan mencantumkan Informasi Nilai Gizi (ING) pada label, dalam bentuk tabel. Biasanya tabel ini ada di sisi samping atau belakang kemasan, dekat daftar komposisi. Ciri-cirinya mudah dikenali:

  • berjudul "INFORMASI NILAI GIZI" dan dibingkai garis;
  • baris paling atas memuat takaran saji dan jumlah sajian per kemasan;
  • di bawahnya ada daftar zat gizi dengan dua kolom angka: jumlahnya (g atau mg) dan % AKG.

Beberapa jenis produk dikecualikan dari kewajiban ini, misalnya kopi bubuk dan kopi instan, teh, air minum dalam kemasan, serta bumbu dan rempah. Jadi bila Anda tidak menemukan tabel gizi pada produk seperti itu, bisa jadi memang tidak wajib dicantumkan. Minuman beralkohol justru dilarang mencantumkan ING.

Takaran saji dan jumlah sajian

Takaran saji adalah jumlah produk yang wajar dikonsumsi dalam satu kali makan atau minum, ditulis dalam gram (g) atau mililiter (ml), sering disertai ukuran rumah tangga seperti "1 gelas" atau "3 keping". Jumlah sajian per kemasan menyatakan berapa kali takaran itu ada dalam satu kemasan.

Ini baris terpenting di seluruh label, karena semua angka di bawahnya berlaku untuk satu takaran saji, bukan untuk seluruh isi kemasan. Contoh: kemasan 946 ml dengan takaran saji 225 ml berisi sekitar 4 sajian. Kalau label menulis gula 10 g, angka itu untuk satu gelas 225 ml. Satu kemasan penuh berisi kira-kira empat kalinya.

Energi dan zat gizi

Setelah takaran saji, label mencantumkan energi total dalam kilokalori (kkal). Lalu menyusul zat gizi yang wajib ada pada setiap ING menurut Peraturan BPOM 26/2021: lemak total, lemak jenuh, protein, karbohidrat total, gula, dan garam (natrium).

Lemak, protein, dan karbohidrat

Tiga kelompok ini ditulis dalam gram (g). Beberapa baris punya anak baris yang ditulis menjorok ke dalam, artinya bagian dari baris di atasnya:

  • Lemak total, dengan anak baris lemak jenuh (kadang juga lemak trans);
  • Protein;
  • Karbohidrat total, dengan anak baris seperti gula dan serat pangan.

Karena gula adalah bagian dari karbohidrat total, angka gula tidak pernah lebih besar daripada angka karbohidrat totalnya.

Gula dan natrium

Gula tercantum di bawah karbohidrat total, dalam gram. Natrium (sering ditulis "Garam (Natrium)") tercantum dalam miligram (mg), biasanya di baris terakhir zat gizi wajib. Perhatikan satuannya: 1 g sama dengan 1.000 mg, jadi natrium 400 mg setara dengan 0,4 g.

Di bawah zat gizi wajib, sebagian produk menambahkan vitamin dan mineral seperti kalsium, zat besi, atau vitamin D. Baris-baris ini sering hanya ditulis dalam % AKG.

Persentase AKG

Kolom % AKG menunjukkan seberapa besar bagian satu takaran saji terhadap acuan kebutuhan harian. Acuannya dihitung dari kebutuhan energi rata-rata 2.150 kkal per orang per hari (Acuan Label Gizi BPOM). Misalnya, produk dengan energi 80 kkal per sajian tertulis sekitar 4% AKG energi.

Kebutuhan tiap orang bisa berbeda dari acuan itu, jadi % AKG paling berguna untuk melihat besar-kecilnya kandungan suatu zat gizi dalam satu sajian, bukan sebagai target pribadi. Penjelasan lengkapnya ada di panduan Arti % AKG pada label kemasan.

Contoh dari katalog

Kartu di bawah menampilkan angka yang disalin dari label susu UHT kemasan 105 ml. Takaran sajinya sama dengan isi kemasan, jadi angka per sajian di sini sekaligus angka untuk satu kotak.

Buka Lihat nilai gizi lengkap untuk melihat tabelnya dalam format yang mirip label kemasan, lengkap dengan % AKG.

Hal yang sering keliru dibaca

  • Mengira angka label berlaku untuk satu kemasan. Angka berlaku untuk satu takaran saji. Kalikan dengan jumlah sajian bila Anda menghabiskan seluruh isi kemasan.
  • Membandingkan angka per sajian dari dua produk yang takarannya berbeda. Produk dengan takaran 105 ml tentu terlihat "lebih sedikit" daripada produk dengan takaran 200 ml. Bandingkan per 100 g atau per 100 ml; caranya ada di panduan Per sajian atau per 100 g/ml.
  • Tertukar satuan g dan mg. Natrium ditulis dalam mg, sedangkan gula, lemak, dan protein dalam g.
  • Lupa bahwa gula termasuk dalam karbohidrat total. Keduanya tidak dijumlahkan.
  • Melewatkan baris takaran saji. Baca baris ini dulu sebelum angka lain.

Sumber

  1. Peraturan BPOM Nomor 26 Tahun 2021 tentang Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan (tab baru), JDIH BPK RI. Diakses 26 Oktober 2026.
  2. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan (tab baru), JDIH BPK RI. Diakses 26 Oktober 2026.
  3. Peraturan Kepala BPOM Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi (tab baru), Badan POM (teks di pasal.id). Diakses 26 Oktober 2026.

Panduan ini berisi informasi umum tentang membaca label dan membandingkan produk, bukan saran medis. Untuk kebutuhan gizi khusus, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.

Bandingkan